Cara Menggunakan Jersey Sepeda Gunung

Cara Menggunakan Jersey Sepeda Gunung – Setelah Anda memperoleh sepeda, Anda hampir siap untuk menapaki jalur tetapi tidak cukup. Mendapatkan pakaian sepeda yang tepat dan aksesoris dapat membuat perbedaan antara mencintai perjalanan pertama Anda dan berakhir dengan rasa tidak nyaman, itu sebabnya penting untuk berpakaian dengan benar untuk bersepeda gunung.

Untuk pengendara baru, detail ini mungkin menakutkan, tetapi jangan takut! Cukup ikuti panduan Cara Menggunakan Jersey Sepeda Gunung dan Anda akan diatur dalam pakaian yang tepat untuk tetap dingin, kering, dan terlindungi di jalan.

Helm Sepeda

Pertama dan paling penting adalah helm sepeda gunung Anda. Tergantung pada jenis mengendarai yang Anda lakukan, Anda akan membutuhkan helm jalur biasa atau helm wajah penuh dan banyak pengendara memiliki keduanya. Terlepas dari gaya, ini adalah sesuatu yang Anda tidak boleh meninggalkan rumah tanpa.

Helm sepeda gunung standar sedikit berbeda dari helm rekreasi atau bersepeda tradisional Anda. Itu memanjang lebih rendah di bagian belakang dan sisi kepala Anda untuk melindungi Anda lebih baik dari batu, pohon, dan bahaya lain yang mungkin Anda hadapi ketika jatuh di jalan setapak. Mereka juga sering menyertakan pelindung untuk teduh dari matahari, tetapi masih memungkinkan visibilitas saat masuk dan keluar dari bagian kayu yang lebih gelap dari jejak.

Bantalan Sepeda

Ketika datang ke bantalan sepeda, aksesori paling umum yang akan Anda lihat di jalan adalah bantalan lutut. Bantalan lutut sepeda gunung biasanya merupakan lengan elastis dengan bantalan dalam. Seorang pengendara pemula dapat mempertimbangkan bantalan siku saat mengendarai juga, namun lebih banyak bantalan menyamakan dengan lebih banyak panas, sehingga banyak pengendara sepeda motor memilih untuk tetap padding seminimal mungkin ketika di jalan mellower.

Sama seperti dengan helm, pengendara sering menambahkan lebih banyak bantalan untuk naik menuruni bukit di mana risikonya meningkat. Untuk pengendara menurun, bantalan akan menjadi lebih tebal, dan lebih besar untuk meningkatkan perlindungan.

Bagaimana Cara Menggunakan Jersey Sepeda Gunung?

Pakaian

Sementara siapa pun bisa mengendarai celana pendek dan kaos katun, pakaian yang tepat akan membuat Anda jauh lebih nyaman di jalan setapak. Kaus sepeda gunung datang dengan lengan pendek, lengan panjang 3/4 dan lengan panjang, dan dirancang dengan potongan yang tidak membatasi untuk naik Anda dan cenderung sedikit lebih lama di bagian belakang.

Tidak hanya ini akan membuat tato unicorn yang megah di punggung bawah Anda aman dari sinar matahari, ia juga memberikan perlindungan yang lebih besar di sekelilingnya. Yang paling penting, bahan teknis kaus menghilangkan kelembaban untuk membantu Anda tetap sejuk dan nyaman.

Celana pendek sepeda gunung fleksibel, elastis, dan terbuat dari bahan yang keras agar Anda tetap terlindungi, sambil tetap menawarkan rentang gerak yang baik. Kombo ini memungkinkan Anda mengayuh pedal tanpa dihambat oleh celana pendek yang tidak nyaman dan memberikan perlindungan saat terjatuh.

Sarung tangan sepeda gunung bisa sangat membantu dalam hal kenyamanan dan keamanan. Genggaman stang Anda seringkali agak kasar, untuk memberi Anda cengkeraman yang lebih baik, tetapi genggaman tersebut dapat membuat tangan Anda merasa berdenyut setelah berkendara.

Sarung tangan memberi Anda kenyamanan ekstra dan juga menjaga agar tangan Anda tidak terlepas dari setang saat berkeringat. Tangan Anda juga sering menjadi salah satu hal pertama yang menyentuh tanah saat jatuh, jadi sedikit perlindungan adalah ide yang bagus. Demikianlah ulasan mengenai Cara Menggunakan Jersey Sepeda Gunung. Semoga Bermanfaat!

#Hobi #SepedaGunung #JerseySepedaGunung #OlahragaEkstrem

Camping… Melatih Kemandirian Anak

Mengapa anak perlu mandiri? Kemandirian akan membuat anak bisa menjalani kehidupan di masa dewasanya kelak dengan lebih baik. Anak yang mandiri akan mampu mengambil keputusan tepat ketika dihadapkan kepada berbagai masalah atau tantangan. Karenanya, kemandirian perlu dilatihkan sejak anak berusia dini. Bagaimana caranya?

Berlatih Lewat Camping

Akhir minggu telah tiba. Sisi dan Aurel menginap di rumah Alda, tetangga mereka. Anak-anak yang duduk di kelas 4 SD itu berencana untuk camping di halaman rumah Alda. Walaupun hanya di halaman rumah, suasana camping sangat berbeda dengan suasana di rumah. Semua fasilitas, pasti, serba terbatas. Suasana baru dengan fasilitas terbatas ini secara langsung akan melatih keberanian dan kemandirian pada anak.  

Mereka sangat bersemangat dengan rencana ini. Berbagai peralatan camping, seperti tenda, kompor barbeque mini, juga sleeping bag sudah mereka siapkan. Mau ngapain aja mereka dari sore hingga besok pagi, sudah mereka susun daftarnya. Berbagai jenis bahan makanan untuk acara barbeque malam ini, termasuk marshmallow yang manis legit itu; juga sudah Alda beli bersama ibunya tadi siang.

Dari dalam rumah, ibu dan ayah mengamati Alda dan teman-temannya yang sedang asyik bercanda sambil membakar jagung di perapian. “Alda sudah besar ya…,” gumam ayah. Sejak Alda kecil, mereka memang sudah sering camping di halaman rumah. Ibu dan ayah percaya bahwa kegiatan camping bisa melatih kemandirian anak. Paling tidak; untuk sesaat anak belajar mengurus dirinya sendiri, lepas dari orang tuanya. Untuk sesaat, mereka bebas melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan bersama teman-temannya.

Mengatur Diri Sendiri dan Mengatasi Masalah

Jam di dalam rumah berdentang sembilan kali, pertanda waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Sementara Sisi dan Aurel mencuci peralatan bekas mereka makan dan membersihkan sampah-sampah yang tersisa, di dalam tenda Alda menyiapkan sleeping bags untuk mereka bertiga. Disiapkannya juga, obat anti nyamuk untuk mereka pakai. “Si, nanti kamu tidur di pinggir kiri, ya. Aurel di tengah, aku di kanan,” ujar Alda kepada teman-temannya. “Okay,” jawab Sisi dan Aurel berbarengan.

Ketika mereka sudah siap untuk tidur, ternyata lampu yang mereka pakai untuk menerangi tenda, mati. Setelah mencoba berkali-kali melepas dan memasang kembali baterainya, lampu tetap tidak bisa menyala. “Kita pasang lilin aja di luar tenda yuk,” usul Sisi yang segera disetujui oleh kedua temannya. Mereka pun tertidur.

Alda terbangun dalam suasana gelap gulita. Ternyata.. lilin yang mereka pasang sudah mati. Alda kebelet mau pipis. Ia membuka tenda… tetapi ragu mau melangkah ke luar karena di luar gelap. Ia takut.

Untung, ibu membekali Alda dengan walkie-talkie. Segera ia menekan tombol walkie-talkie itu. “Ayah…,” ujarnya. “Ada apa Alda?” suara ayah di seberang sana melegakan hatinya. “Alda mau pipis, Ayah,” jawabnya.

Untung Ada Walkie-talkie

Ketika sore tadi mau memulai acara camping, ibu meminta handphone Alda dan menggantinya dengan sebuah walkie-talkie. “Sebaiknya semua handphone Ibu simpan ya. Jadi kalian bisa asyik ngobrol dan nggak sibuk main handphone sendiri-sendiri,” ujar ibu.

Walkie-talkie bermerek TalkAbout T42 itu memang baru mereka beli beberapa hari yang lalu. “Di area tempat tinggal kami sinyalnya memang kurang baik. Jadi, untuk memudahkan komunikasi, saya beli walkie-talkie ini. Kebetulan Alda mau camping sama teman-temannya, jadi pas deh!” ujar ayah Alda.

“Alda suka warna merahnya,” ujar Alda ketika ditanya apakah ia menyukai walkie-talkie yang baru dibeli ayahnya itu. “Ukurannya juga pas banget,” tambah Alda.

Sementara, bagi ibu Alda yang lebih penting adalah fungsi dari walkie-talkie itu. “Alda cenderung nggak bisa lepas dari handphone-nya. Apalagi kalau sedang libur seperti di akhir minggu. Kalau belum ditegur, ia terus asyik sama handphone-nya,” cerita Ibu. “Ia excited lho dengan walkie-talkie barunya. Mungkin ‘sensasi’ ngobrol pakai walkie-talkie berbeda ya dengan ngobrol pakai handphone ya,” kata Ibu lagi. Menurut Ibu, tadi siang Alda, yang sedang menyiapkan bahan-bahan makanan di dapur bersama ibunya, kelihatan seru sekali berkoordinasi menggunakan walkie-talkie dengan teman-temannya yang sedang mendirikan tenda bersama ayah Alda di halaman rumah.

Jadi, tunggu apa lagi? Selama ini mungkin interaksi dan komunikasi Anda dan si kecil agak terganggu karena masing-masing sibuk dengan gadget masing-masing. Sekarang, Jadikan TalkAbout T42 sebagai bagian dari kehidupan keluarga Anda sehari-hari. Pastikan alat ini tersedia di rumah agar anggota keluarga bisa tetap terhubung satu dengan yang lainnya; baik di dalam rumah maupun ketika Anda sekeluarga sedang berkegiatan di luar rumah. Penggunaannya yang mudah, jangkauannya yang luas (sampai radius 4 km), dan murah (karena tidak harus membayar pulsa!) membuat perangkat yang satu ini layak dipertimbangkan sebagai alat komunikasi baru di dalam keluarga. Simple, easy, and fun!

#Camping #petualangananak #alam